Bank NTT Serahkan Kredit Mikro Merdeka Kepada Petani Sawah dan TJPS di Belu Perbatasan RI-RDTL

oleh -60 views

Atambua,PatriotBatas.com-PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT menyalurkan Kredit Mikro Merdeka kepada petani sawah Desa Lamaksanulu, Kecamatan Lamaknen dan petani TJPS kemitraan Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat di Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Kredit Mikro Merdeka merupakan terobosan Gubernur NTT Viktor Laiskodat membangkitkan semangat dan harapan agar perekonomian masyarakat menjadi lebih baik dan membebaskan masyarakat dari belenggu rentenir.

Terkait itu, Pemerintah Provinsi NTT bersama OJK Provinsi NTT dan Bank NTT mendesain suatu skim pembayaran Mikro Merdeka. Merdeka dari bunga, merdeka dari agunan dan merdeka dari rentenir. Selain itu untuk memudahkan para pelaku ekonomi dalam memperoleh permodalan dengan murah, mudah dan cepat.

Total Penyaluran Kredit Mikro Merdeka secara konsolidasi pada 23 kantor cabang Bank NTT sebesar Rp.10.883.450.000 dengan total jumlah debitur sebanyak 2.099 debitur. Total penyaluran Kredit Mikro Merdeka pada Bank NTT Kantor Cabang Atambua sebesar Rp. 228.000 000 dengan jumlah debitur sebanyak 44 Debitur.

Pantauan media, Minggu (23/1/2022) di Kantor Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, penyerahan Kredit Mikro Merdeka melalui Wakil Ketua DPRD Belu Cypri Temu didampingi Direktur Kredit Bank NTT Paulus Mesak kepada perwakilan petani sawah Desa Lamaksanulu, Kecamatan Lamaknen dan petani TJPS kemitraan Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat.

Penyerahan Kredit Mikro Merdeka disaksikan Gubernur NTT, Direktur Utama Bank NTT, Kadis Pertanian NTT, Kadis Peternakan NTT, Anggota DPRD Provinsi Fraksi PAN, Bupati Belu, Wakil Bupati, Sekda Belu, Ketua bersama pengurus PPK Belu, Pimpinan OPD Belu terkait serta Pimpinan Forkopimda Belu.

Dalam sambutannya, Bupati Belu Agus Taolin mengatakan, skema Kredit Mikro Merdeka terobosan Pak Gubernur NTT ini sangat luar biasa. Dimana, masyarakat diberdayakan, mereka punya harga diri dalam mengelola usaha kaitan belanja dilakukan mereka petani.

“Sebagai Bupati disini, kami berjanji akan bekerja sekuat tenaga untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sehingga rantai pasok untuk pakan ternak di Belu tidak putus dengan sumber bahan baku salah satunya jagung,” ujar dia.

Kapolda NTT Minta Seluruh Elemen di Tapal Perbatasan RI-RDTL Bersinergi Jaga NKRI

Menurut dia, kelompok tani yang terima Kredit ini bukan kelompok abal-abal. Mereka memang berjuang sendiri, dan pada saat tandatangan Kredit Bupati juga ada disana untuk melihat. “Kalau gagal, Bupati, Wakil Bupati dan Camat tanggung renteng untuk bayar kembali Kredit. Para petani ingat baik-baik kita bersama,” ucap Agus.

Lanjut dia, di bidang pertanian dan peternakan di Kabupaten ada berbagai macam bantuan yang didapat. Namun, terus terang di daerah ini kuranganya bimbingan pengawasan monitoring dan evaluasi. “Kami usahakan hadir dan akan awasi disana. Kami akan kawal itu dan kedepan akan lebih dari kemarin,” tutup Agus.

Sementara itu Gubernur NTT melalui Kadis Pertanian Lecky Koli mengatakan, kaitan dengan distribusi Kredit Merdeka, Bank NTT ikut didalam sistem pengembangan dan pemberdayaan pertanian. Karena itu berkaitan dengan peninjauan di lahan food Estate tadi pemerintah akan masuk intervensi dengan Eko sistem pertanian didalam skema TJPS pola kemitraan.

Dijelaskan, secara ekonomi kapasitas produksi 3 ton tidak akan mencukupi karena petani memiliki tanggung jawab untuk kembalikan modal usahanya. Oleh sebab itu pemerintah telah menyiapkan suatu eko sistem baru untuk kemudian semua petani bisa mengakses pembiayaan yang disediakan oleh Bank.

“Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas produksi mencapai satu level yang lebih signifikan,” ungkap dia. (yb_paTas)

No More Posts Available.

No more pages to load.